اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه 

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

Senin, Oktober 2019 menjadi hari yang cukup berbeda dengan hari biasanya. Kegiatan dzikir pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi rutinitas yang dilakukan di sekolah dan kemudian dilanjutkan pelajaran seperti biasa oleh Bapak Ibu Guru bersama siswi di sekolah.

Lantas dimana letak perbedaannya?

Saat guru yang memiliki jadwal mengajar di jam pertama memulai aktivitas nya untuk mengajar siswi, Bapak dan Ibu Guru yang tidak mengajar pada jam pertama dan juga Karyawan  sekolah berkumpul untuk membaca Al-Qur’an atau Tilawah Al-Qur’an. Bapak Ibu Guru dan Karyawan secara bergantian membaca Al-Qur’an. Masing-masing orang bergiliran membaca tiga ayat.

Sistem yang diterapkan disini yaitu saling menyimak bacaan Al-Qur’an. Kegiatan saling menyimak bacaan Al-Quran ini dilakukan kurang lebih selama 15 menit, dan setiap hari rutin dilakukan secara bergantian dengan Bapak/Ibu Guru atau Karyawan yang tidak memiliki jadwal mengajar pada jam pertama.

Kepala SMA Islam Diponegoro Surakarta, Bapak Ahmadi S.Pd menuturkan bahwa, program ini dilaksanakan untuk mengharap pahala dan barokah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan kita memuliakan Al-Qu’ran, tanpa mengurangi kewajiban dan tugas kita dalam bekerja serta dimudahkan dalam mendidik siswi di sekolah. Kami mengharapkan bapak ibu yang ada di sekolah membiasakan untuk mengawali aktifitas yang baik ini dengan membaca Al-Qur’an . Kita juga ingin menanamkan keteladanan ini kepada seluruh siswi di sekolah, bahwa guru adalah insan pembelajar yang setiap saat dan setiap waktu juga terus belajar. Sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad Shallallohu ‘Alaihi Wasallam bahwa : “Menuntut ilmu itu dimulai dari buaian (sejak lahir) hingga ke liang lahat (kematian)”.

Kegiatan ini secara tidak langsung bersinergi dengan program yang ada di sekolah dan Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Surakarta (YPID) yang telah memberikan perhatian khusus terhadap Al-Qur’an baik melalui pembelajaran Al-Qur’an melalui “Metode Ummi” maupun Tahfidz Al-Qur’an di sekolah.

Alhamdulillah Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Surakarata telah memberikan prioritas yang lebih kepada Al-Qur’an, bahkan dari hasil diskusi bersama Direktur Sekolah-sekolah Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Surakarta, Bapak Abu Bakar Husein ST, disepakati bahwa YPID dan sekolah akan memprioritaskan pembelajaran Al-Qur’an diurutan pertama, tanpa bermaksud mengurangi atau mengecilkan arti penting pembelajaran untuk mata pelajaran umum lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya penambahan jam Al-Qur’an serta penambahan tenaga pengajar yaitu Ustadz dan Ustadzah yang mumpuni dalam pembelajaran Al-Qur’an.


Alhamdulillah, program Tilawah Al-Qur’an Bersama Guru & Karyawan ini bisa terus berjalan, harapannya bisa menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah khususunya kepada seluruh siswi untuk menumbuhkan kecintaan kepada Al-Quran dan dapat memuliakan Al-Qur’an. Semoga melalui program tersebut Sekolah maupun Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Surakarta akan terus berkembang menjadi lebih baik serta memberikan kemanfaatan yang besar kepada masyarakat luas, AMIN!

Leave a Reply

 

Serahkan Pendidikan Anak Anda Kepada Ahlinya