Program Menjemput Manfaat PAUD Terpadu Islam Diponegoro Surakarta

YPID Berita, guru kreatif, Paud Terpadu Program Menjemput Manfaat PAUD Terpadu Islam Diponegoro Surakarta
0 Comments

Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan program Menjemput Manfaat yaitu sebuah Mini Parenting untuk wadah berbagi dan sharing antara Sekolah & Wali Murid. Tema yang diusung kali ini adalah “Menjadi Sahabat Anak Dirumah “.

Menjadi panutan yang tepat bagi anak tentulah tujuan utama bagi orangtua mana pun. Akan tetapi, ada baiknya jika peran tersebut disertai dengan hubungan yang dekat layaknya dua sahabat yang tak terpisahkan.

Menurut pandangan Linda Perlman Gordon dan Susan Morris Shafer penulis buku yang fokus pada hubungan antara orangtua dan anak mengatakan bahwa “Hubungan yang dekat layaknya sahabat (antar Mama dan anak) akan menciptakan karakter baik seperti empati, pendengar yang baik, setia dan peduli.”

  Menjadi sahabat anak pasti menguntungkan bagi kita sebagai orang tua. Tapi bagaimana caranya menjadi sahabat terbaik mereka? Untuk berhasil mewujudkannya Ayah Bunda haruslah mengetahui apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan.

Pada kegiatan kali ini Bunda Tarika, S.Psi Psikolog selaku Jasa Pelayanan Psikologi anak PAUD Terpadu Islam Diponegoro Surakarta mengatakan bahwa orang tua harus memahami bahasa cinta sang buah hati.

5 Bahasa Cinta itu adalah :

1. Act of Service (pelayanan): melakukan hal-hal yang bermanfaat

2. Words of Affirmation: mengatakan hal-hal yang mendukung (seperti ‘masyaAllah anak mama hebat yah’ dan lain-lain)

3. Quality Time: menghabiskan waktu yang berarti (seperti bermain bersama, membeli mainan bersama, dan lain-lain)

4. Physical Touch: berbagi kedekatan fisik (seperti sentuhan, menepuk pundak, memegang kepala, dan lain-lain)

5. Receiving Gifts: memberi atau menerima hadiah

Tidak hanya itu, Bu Tarika juga membahas soal Inner Child. Inner child adalah istilah untuk menggambarkan respons, sifat, dan sikap seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecil, baik pengalaman positif maupun negatif.

Masa kecil yang dipenuhi pengalaman menyenangkan, seperti bermain dengan orang tua serta mendapatkan rasa cinta dan kasih sayang, akan memberikan energi positif dan sikap optimis yang terbawa hingga seseorang menjadi dewasa.

Sedangkan pengalaman buruk di masa kecil, misalnya mengalami kekerasan, merasa terabaikan, dan kehilangan orang tersayang, bisa menimbulkan luka batin atau trauma yang membekas hingga anak tumbuh dewasa kelak.

Inner child ini bisa bertahan di alam bawah sadar dan biasanya terlihat pada situasi yang mengingatkan seseorang dengan luka atau traumanya.

Jika tidak diatasi, inner child yang terluka sering kali menimbulkan dampak negatif, seperti sulit berkomunikasi, mengambil keputusan, atau menjalin hubungan sosial, bahkan kesalahan dalam pola asuh anak.

Sehingga apabila Ayah Bunda merasa memiliki luka pada inner child, berusahalah untuk berdamai pada diri Anda terlebih dahulu.

Pada kesempatan kali ini Bu Tarika mengajak Bunda yang hadir untuk berdamai pada masa lalunya, dan memaafkan diri sendiri serta memperbaiki hubungan dan pola asuh nya terhadap sang buah hati.

 

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Related Posts

SEMINAR INTERNASIONAL BERSAMA WESTERN SYDNEY UNIVERSITY
Yayasan pendidikan Islam Diponegoro Surakarta mengadakan Seminar Internasional dengan bertemakan “Teacher Knowledge in Teaching Multimodal
PERSAMI Sebagai Salah Satu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Dalam rangka mewujudkan visi pendidikan Indonesia yakni, mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian
MOMEN MANIS AYAH BUNDA SAAT HABISKAN WAKTU BERSAMA DENGAN BUAH HATI DALAM PROGRAM FAMILY CAMP
PAUD Terpadu Islam Diponegoro Surakarta selalu memberikan kejutan melalui kegiatan yang keren dan menyenangkan untuk