Sabtu, 19 September 2019 Komite SMP Islam Diponegoro Surakarta mengadakan acara Parenting dengan tema Membangun Bonding Pada Fase Remaja. Narasumber parenting kali ini di datangkan langsung dari ahlinya. Tak tanggung-tanggung Komite SMP Islam Diponegoro Surakarta mengundang dr. Aisyah Dahlan sebagai narasumber. Siapa yang tak mengenal sosok dr. Aisyah Dahlan? Wajahnya sudah sering wara-wiri di berbagai station TV di Indonesia. Wanita kelahiran 17 Desember 1898 ini lulusan Profesi Dokter di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Beliau merupakan Drugs Abuse Concellor Training di Rumah Pengasih Kuala Lumpur Malaysia. Beliau juga banyak meraih penghargaan diantaranya yaitu pada tanggal 25 April 2014 beliau mendapat penghargaan sebagai Women Health Activist dari Indiehome Inspiring Women Award yang diadakan oleh Telkom Indonesia. Dan pada tahun 2013 beliau juga mendapat penghargaan dari SHE CAN AWARD Tupperware sebagai salah satu wanita inspiratif di Indonesia. Ibu dr. Aisyah Dahlan juga merupakan Ketua Asosiasi Rehabilitasi Narkoba Indonesia dan founder Yayasan Penanggulangan Narkoba, SAHABAT REKAN SEBAYA Jakarta.

Sebelum kegiatan parenting dimulai, terlebih dahulu para tamu undangan disuguhkan tampilan dari siswa dan siswi SMP Islam Diponegoro Surakarta yang menyanyikan lagu-lagu Islami.

Ketua Panitia Parenting kali ini yaitu Ibu Alwiyah Lilik menyampaikan dalam sambutannya, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini berdasarkan dari Hadist dan Ayat Al-Quran untuk kita sebagai manusia khususnya orang tua terus belajar dalam mendidik anak. Beliau menyampaikan sebuah hadits yang bunyinya  ‘Carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat’. Beliau juga mengutip dari Ayat Suci Al-Quran yaitu Surat Mujadalah ayat 11 yang intinya yaitu Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan yang diberi ilmu pengetahuan yang bertingkat.

Talkshow ini pun berlangsung secara meriah dan hidup! Dengan didampingi moderator kita yaitu Ibu Latifah dari Komite SMP Islam Diponegoro Surakarta. Penyampaian materi dari dr. Aisyah Dahlan pun merupakan ilmu baru bagi wali murid SMP Islam Diponegoro Surakarta. Tidak hanya wali murid SMP, kegiatan ini juga mengundang wali murid SMA dan wali murid kelas 6 SD Islam Diponegoro Surakarta.

Berikut ringkasan materi yang dapat saya tulis dari hasil Talkshow Parenting SMP Islam Diponegoro Surakarta bersama dr. Aisyah Dahlan.

Sebagai orang tua, khususnya Ibu yang pertama kita lakukan yaitu ‘Ciptakan Rumah yang Aman dan Nyaman’ bagi keluarga. Patokan dari rumah nyaman yaitu ketika ibu berjumpa dengan anak dan suami lebih banyak tersenyum.

Selain tersenyum merupakan shodaqoh di dalam agama Islam, tersenyum juga dapat membuka hormon yang terdapat di otak supaya keluar. Sehingga kita harus banyak-banyak tersenyum.

Sesungguhnya, ketika anak-anak masih SD mereka takut memasuki fase pra remaja, sehingga peran orang tua seharusnya yaitu membantu menjelaskan dan memfahamkan kepada anak.

Beliau juga menjelaskan bahwa kekuatan daya tampung otak anak itu berbeda-beda. Walaupun di kelas yang sama, dengan guru yang sama, pelajaran yang diberika juga sama, tetapi masing-masing anak memiliki daya tampungnya sendiri. Justru kita jangan menyalahkan gurunya karena anak kita berbeda atau sedikit lebih terlambat dari teman-temannya, karena setiap anak memiliki daya tampungnya masing-masing. Dan yang menjadi pembeda yaitu nutrisi yang orang tua berikan. Nutrisi yang berpengaruh terhadap daya tampung otak anak. Beliau juga menambahkan bahwa sekolah yang baik yaitu yang memperbolehkan siswa nya untuk minum air putih di kelas. Karena ini dapat menambah kecerdasan siswa.

Dan materi yang sangat menarik perhatian wali murid yaitu tentang 5 Baterai Kasih. Pada kesempatan kali ini dr. Aisyah Dahlan banyak membahas tentang 5 Baterai Kasih, karena menurut beliau ini sangat penting disampaikan juga karena penelitiannya baru dilaksanakan sekitar 2 tahun yang lalu.

 

Terdapat 5 Baterai Kasih : Sentuhan Fisik, Pujian, Pelayanan, Waktu, dan Hadiah.

1. Sentuhan Fisik

Yang dimaksud dengan sentuhan fisik seperti memeluk anak, ditepuk pundaknya atau dibelai, dst.

Untuk sentuhan fisik antara anak laki-laki dengan perempuan pun berbeda. dr Aisyah Dahlan menjelaskan, untuk anak laki-laki yang sudah baligh kulitnya akan lebih menebal sehingga tidak mempan atau mereka tidak akan kerasa jika hanya dibelai saja, maka dari itu bagi anak laki-laki harus ditepuk-tepuk pundaknya. Berbeda dengan anak perempuan yang kulitnya lebih tipis, cukup dibelai saja mereka sudah terasa.

 

2. Pujian

Yaitu seperti “Anak mama ganteng banget hari ini..” atau “Waah adik hebat sekali!”

 

3. Pelayanan

Untuk pelayanan contohnya seperti si anak hanya ingin makan jika ibu nya sendiri yang menyiapkan makanannya. Seperti mengambilkan nasinya, dan lain-lain.

 

4. Waktu

Untuk waktu contohnya seperti ibu meluangkan waktu 15 menit untuk mendengarkan cerita sang anak sebelum atau sesudah mereka pulang dari sekolah / kuliah / kantor.

 

5. Hadiah

Untuk hadiah contohnya ibu membelikan mainan, atau ibu memasakan makanan kesukaannya sebagai hadiah.

 

Ketika anak usia 0-3 tahun 5 baterai kasih tadi harus selalu aktif. Menurut penelitian jika dari usia 0-3 tahun tidak selalu di nyalakan maka ketika besar nanti mereka akan jadi anak yang bermasalah. Tetapi setelah umur 3 tahun 5 baterai kasih tadi tidak perlu menyala atau di charge semua. Cukup orang tua pilih dari 5 itu 2 yang paling utama. Dua yang paling utama adalah yang paling anak ibu suka atau butuhkan. Sehingga, Kenali Baterai Kasih Utama Anakmu!

 

Beliau juga menambahkan bahwa rata-rata lelaki hanya mengucapkan 7.000 kata dalam sehari. Sedangkan anak perempuan 20.000 kata perhari. Sehingga para ibu tidak usah khawatir atau mengira bahwa anak lelaki kurang ajar ketika diajak berbicara hanya menjawab secara singkat. Berbeda dengan anak perempuan yang akan lebih banyak bercerita. Apalagi jika anak lelaki kita bersekolah dan pulang sampai jam setengah 5 sore, maka berarti mereka telah banyak menghabiskan kata di sekolah, sehingga ketika sampai dirumah hanya tinggal sedikit kata yang tersisisa. Jadi bagi para orang tua harus mengerti akan hal ini, bahwa anak lelaki mu bukan bermaksud kurang ajar, tetapi anak lelaki memang seperti itu ibu. Mereka diciptakan tidak terlalu banyak berbicara. Itu pesan dari dr. Aisyah Dahlan.

 

Sebelum kegiatan parenting di tutup, karena dr. Aisyah Dahlan merupakan Ketua Asosiasi Rehabilitasi Narkoba Indonesia beliau menjelaskan sedikit tentang bahaya nya narkoba. Tetapi penjelasan beliau kali ini unik dan berbeda sehingga membuat para pendengar yang menyaksikannya seperti ikut merasakan. Beliau ikut serta mengajak 2 mantan pecandu narkoba. Yang 1 berjenis kelamin perempuan yang sudah menggunakan narkoba selama 17 tahun, dan yang lelaki menggunakan narkoba sekitar 5 tahun.

Sembari menjelaskan, 2 orang tadi melakukan reka adegan ketika mereka sedang menggunakan obat-obatan terlarang, ketika sudah terpengaruh obat dan proses setelah terlalu banyak menggunakan seperti upaya untuk bunuh diri, dan lain-lain. dr. Aisyah Dahlan menjelaskan tentang jenis-jenis Narkoba yang marak di masyarakat diantaranya, Morfin, Shabu-shabu, Opium, Ganja, Heroin, dan lain-lain.

Leave a Reply

 

Serahkan Pendidikan Anak Anda Kepada Ahlinya