Laut bergemuruh

Sungai meluap melampiaskan amarahnya

Banjir dimana-mana

Pohon-pohon hanyut terbawa arus

Tanah subur di daerah hulu terbawa longsor ke arah hilir

Tak sadarkah kau Wahai Manusia?

 

Begitulah kutipan narasi yang dibacakan saat drama kolosal yang berjudul “Performing Art of Living Environment” oleh SMP Islam Diponegoro Surakarta. Seperti kita tahu bahwa pada tanggal 10 Januari 2020 ini adalah Hari Lingkungan Hidup Indonesia. Akan tetapi, ditengah peringatan ini kita banyak mendapatkan kabar tidak mengenakan dari beberapa wilayah di Indonesia. Indonesia merupakan negara tropis, memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Di awal tahun 2020 ini Indonesia kembali dirundung duka. Dimana sekarang yang waktunya musim penghujan curah hujannya begitu lebat dimana-mana. Air tak lagi dapat dibendung, sehingga menyebabkan banjir disejumlah titik di Jabodetabek dan wilayah lain. Begitu juga tanah longsor sudah mulai terjadi dimana-mana. Lantas apa yang harus kita lakukan? Terbukti bahwa peringatan 10 Januari sebagai Hari Lingkungan Hidup hanya diperingati secara ceremony saja, lalu setelah lewat kita pun kembali abai terhadap lingkungan. Tak sadarkah kau Wahai Manusia?

Maka dari itu, SMP Islam Diponegoro Surakarta mengajak seluruh anak didik beserta jajaran guru dan karyawan untuk berperan dalam drama kolosal “Performing Art of Living Environment”. Dengan tujuan semua anak didik diikutsertakan tanpa terkecuali yaitu untuk menanamkan rasa cinta dan peduli tentang lingkungan hidup sejak dini serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT atas segala anugrah dan keindahan alam beserta isinya. Sehingga hal ini diharapkan dapat terpatri di otak mereka untuk senantiasa menjaga lingkungan dan menggunakan nya secara bijak dan efisien. Tak hanya itu, mereka juga dapat mengambil ibroh/pelajaran dari drama ini, bahwa ketika alam mulai bosan akan ulah manusia yang terus menerus merusaknya, maka Allah turunkan bencana sebagai pertanda. Ketika bencana melanda karena kehendak yang kuasa, peringatan kah bagi kita manusia?

Drama ini menceritakan tentang seorang manusia yang terkesan akan keindahan alam ciptaan Allah. Dengan deburan ombak yang terdengar merdu, pohon-pohon yang menjulang tinggi, suara kicau burung-burung, ikan-ikan yang menari bersenyembunyi dibalik terumbu, serta laut biru yang terhampar menyejukkan mata siapapun yang memandang.

Namun, tak lama kemudian datanglah si penjahat alam. Yang membabat habis pohon dan tumbuhan demi kepentingan ekonomi. Sampah dibuang seenaknya, limbah pabrik dan domestik dibiarkan mengalir ke sungai.

Hingga pada saat itu, laut bergemuruh. Sungai meluap melampiaskan amarahnya, banjir dimana-mana. Pohon-pohon hanyut terbawa arus, dan tanahpun menjadi longsor karena kehilangan penopangnya.

Dan akhirnya manusia tadi tersadar, ia kembali menanam pohon-pohon itu. Dan dilihatnya tanah tak lagi tandus. Belaian rumput-rumput dan dedaunan kembali menyapa. Kembali ia ciptakan negri penuh mimpi bukan hanya sekedar angan belaka. Dibangunnya jamrud khatulistiwa kini, esok dan kelak demi anak cucunya, generasi penerus bangsa.

Setelah acara drama selesai, kemudian dilanjut doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Usman untuk keselamatan bumi dan para korban yang tertimpa banjir dan tanah longsor.

Berikut Cuplikan Video nya :

    DSC_7771   DSC_7763 

DSC_7750 DSC_7762 DSC_7763 DSC_7749

DSC_7769 DSC_7770

Leave a Reply

 

Serahkan Pendidikan Anak Anda Kepada Ahlinya